Selasa, 15 Mei 2012

Harley-Davidson Softail, Tradisi Juara

Ajang contezt modifikasi di Jogja Bike Rendesvous (JBR) selalu jadi agenda Dodi Chrome Cycle (DCC) dan enggak pernah terlewat. Maklum selama mengikuti contezt modifikasi khusus motor besar ini, Dodi Irhas sang builder selalu bawa pulang piala. “Sejak 2005 mengikuti event modifikasi di JBR, untuk satu motor andalan saya selalu bawa pulang lebih dari satu piala,” ujar Dodi yang workshopnya terletak di Jl. Duta Permai VIII/16 Pondok Hijau, Ciputat, Tangerang. Jadi, memang tradisi juara DCC di event JBR. Sukses juga mengulang pada H-D custom Softail milik Mulyadi ini. Besutan custom yang turun di JBR 2011 lalu mampu menjadi jawara di kelas Pro Street dan bonusnya the best painting juga di raih besutan yang diberi nama Justice For All ini. Tema catnya sesuai tema kinclong MOTOR Plus edisi ini. “Ide modifikasi merupakan imajinasi yang coba saya kembangkan. Makanya kalau lihat motor ini tidak meniru dan benar-benar ide orisinal,” ujar Dodi sapaan akrab builder yang menyukai custom bike gaya Eropa. Berbekal engine 1.340 cc stok H-D ini, Dodi coba berkreasi lewat berbagai bagian motor. “Dibuat minimalis, tapi tetap keren dan fungsional,” lanjut Dodi lagi. Seperti rangka, mengandalkan ubahan dewek dengan model yang enggak biasa diaplikasi H-D custom. Down tube sengaja pakai pipa besi yang berukuran lebih lebar.
Bagian tengah rangka juga terlihat simpel dan bagian bawah jok terpantau kosong. Ini lantaran posisi tabung tempat oli dibuat ngumpet. Dipindah di bagian rangka centerbone. Paling sip pemilihan desain untuk warna dan grafis. Sengaja pilih kelir yang enggak biasa dipakai H-D custom. Di bantu Mafid Indy Gegana, owner Aikon Custom Paint dipilih kelir dasar baby blue. Untuk desain striping, Mafid berkreasi memadukan antara tema grafis dan realis. Lantaran pemilik motor seorang pengacara, tema realis mengusung gambar yang berhubungan dengan keadilan. Berpadu grafis merah dan kuning sedangkan pilihan kelir hitam pada detail motor bikin warna bodi lebih terlihat elegan. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Pelek : Performance Machine Domino Ban : Metzeler Transmisi : Power Hause 5 Speed RSD Primary Kit : BDL Dodi Chrome Cycle : (021) 7411278

Suzuki Satria R120, Pakai Belt Kapal

Modifikasi yang dilakukan pada Suzuki Satria R 120 2004 ini bisa dikatakan xtreme. Dengan melakukan ubahan pada seluruh bagian motor, beberapa identitas asli motor sudah tak terlihat lagi. Bahkan sistem penggerak roda yang menggunakan rantai, diganti dengan belt. Hmmm, seperti H-D atau matik saja nih. "Konsep yang saya bawa adalah Euro Fighter (EF), petarung di jalanan bergaya Eropa dengan menyertakan unsur-unsur modern," kata I Nyoman Suparwata yang biasa dipanggil Nang Pacung. Untuk menggunakan belt seperti itu, dia harus membuat pully. "Sebab tidak ada ukuran pully variasi yang cocok dengan dimensi belt yang saya inginkan," kata Nang Pacung lagi. Dia membuat pully untuk depan dan belakang. Sebenarnya untuk depan masih ada gir kecil dan rantai yang kemudian disambungkan ke pully depan. Semacam menggunakan transfer case. "Sedangkan untuk beltnya menggunakan merek X Speed. Merupakan belt yang banyak digunakan di mesin-mesin kapal," kata ayah 2 anak ini.
Tentu saja dia memiliki alasan khusus sehingga menggunakan itu. Pertimbangan utamanya lebih pada unsur safety. "Sebab belt ini mempunya lebar 5 cm, sehingga kuat," ungkap penasehat komunitas GPS di Bali ini. Kekuatan belt ini memang sangat diperhatikan oleh Nang lagi. Hal itu karena bobot motor sudah jauh lebih berat dibandingkan aslinya. Penyebabnya antara lain karena penggunaan pelek custom di belakang. "Saya membuat pelek dengan lebar 3 inci dari bekas pelek mobil. Sedangkan ukuran diameternya 14 inci," ujarnya lagi. Sudah pasti pelek dengan spesifikasi seperti ini lebih berat dibandingkan pelek standar atau yang variasi biasa sekalipun. Apalagi ukuran ban yang digunakan juga tergolong ekstra besar. Roda belakang itu sekarang menggunakan merek Shinko besarnya 180/80-14. Ban ini mempunyai profil atau kembangan yang besar seperti tahu. Akibatnya bobot roda menjadi berat. Sehingga membutuhkan penarik yang kuat. Jika beltnya kecil dikhawatirkan akan cepat putus. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Pelek depan : Rossi Ban depan : Shinko 140/80-17 Pelek belakang : Custom Arm : Custom Monosok : Kitaco Setang : Top Secret Knalpot : Custom Kaliper : KTC Disc brake : PSM Stop lamp : Koso

Suzuki Satria FU150, Modif Dukungan Ortu

Setelah sekian lama Ade sapaan akrab Septian Dwi Sandy terjun di dunia balap liar, akhirnya rasa bosan itu muncul. Namun Ade tak berniat meninggalkan hobi otomotif roda dua, tapi malah berinisiatif mendandani Satria FU150 2006 miliknya dengan laburan airbrush warna stabilo mencolok. Untuk pengerjaan dia serahkan ke Budi Santoso dari Komplek Kunciran Blok A 67 Ciledug Tangerang. Budi ini sudah berkecimpung di dunia airbrush selama 10 tahun. Ade, siswa kelas 3 SMK Bangun Nusantara Ciledug jurusan otomotif, pakai Satria FU150 untuk pergi sekolah. Makanya biar tampil gaul, semua bagian bodi motor dikelir warna cerah. Mulai dari sepatbor depan, batok lampu, cover bodi tengah hingga buritan pun tak luput dari pewarna permanen. Proses mengubah penampilan kuda besi memakan waktu sebulan. Kendati demikian, korekan balap liar masih tersisa di mesin. “Seher pakai Honda CBR 150R oversize 300, setang sehernya pakai Honda Tiger,” bilang Ade. Sekarang Ade enggak malu ngacir di jalan. Bahkan ortunya mendukung, sampai uang tabungan buat ngemodif ditambah terus oleh bokapnya. “Ya jelas dikasih support. Daripada saya celaka gara-gara sering ikutan balap liar,” kekeh Ade. Keren duwweh, Wusshh… (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Pelek : Ride it Ban depan: FDR 50/90-17 & 70/80-17 Knalpot: DBS Cakram: SNO Cat : Nippon Stabilo

Egli (Swiss), Spesialis Sasis Tahun 60an

Egli adalah merek beken sasis yang dirancang oleh ahli sasis kenamaan Fritz Egli. Ciri khas sasis buatan Egli adalah kekuatan, presisi dan besarnya diameter pipa tubular yang dihasilkannya. Beberapa merek motor beken pernah merasakan karya Egli ini. Sasis legendaris dan unik dari Vincent V-Twin yang di akhir 1960 selalu jadi jawara balap motor Eropa. Masuk era 1970, Egli terus merambah ke merek lain. Tercatat produsen kenamaan Honda juga memakai jasanya untuk sasis Honda Honda 4 silinder. (motorplus-online.com)

Kawasaki D-Tracker 250, Berkaki Aprillia

Kawasaki D-Tracker 250 diciptakan bergenre supermoto tulen. Tampang trailnya yang jangkung dan macho tetap asik dibawa ngebut di jalanan. Karena kaki-kakinya sudah bukan pakai ban pacul, tapi menggunakan pelek ring 17 inci dan ban aspal. Tapi yang namanya modifikator, ada saja yang kurang puas. Katanya nampak kurang kokoh. Biar lebih kuat, Miswanto dari AXXA Trail Shop, Bogor berinisiatif mengawinkan kaki-kaki Aprilia SXV 550 ke D-Tracker 250 tunggangan hariannya. Proyek ini bukan sekedar pasang suspensi depan upside down-nya saja, tapi swing arm dengan desain khas Aprillia juga ikut diaplikasikan. Dan ternyata penggantian kaki-kaki ini enggak terlalu ribet. "Untuk pemasangan sokbraker dengan SXV 550 harus menyesuaikan as segitiganya," buka pria yang akrab di sapa Anto ini. Karena tidak mau merusak komstir di rangka standar D-Tracker 250, as segitiga SXV 550 yang harus mengalah. "Mau gak mau as segitiga SXV 550 pun di bubut sebanyak 3 mm dan dibuat drat baru agar posisinya pas di rumah komstir D-Tracker,” jelasnya sambil menunjukan disk brake depan SXV 550 yang juga ikut dipasang pada teromol D-Tracker dengan tambahan spacer setebal 5 cm.
Sedang untuk penggantian swing arm Aprilia SXV 550, dirasa jauh lebih mudah. “Cuma harus memperpanjang pelat penahan unitrack saja. Plat penahan unitrack pada D-Tracker 250 lebih pendek. Lainnya hanya menambah spacer gir depan-belakang setebal 2 cm,” tutur pria asli Solo ini. Selain kaki-kaki, ubahan yang dilakukan hanya minimalis. Misalnya mesin standarnya dikawinkan dengan knalpot FMF. Penggantian selang radiator dengan merek Xaon dan beberapa parts variasi seperti tuas kopling dan rem dari Ride it serta stang fatbar dari Magur membuat penampilan makin berkelas. “Oiya, body juga dipasangi stiker digital printing yang pengerjaanya dipercayakan pada Rivan Stiker di Bekasi," tutup Anto yang juga pasang sepatbor belakang dan lampu rem LED Acerbis. (motorplus-online.com) Data Modifikasi Ban : Shinko 010 Apex Radials Cakram depan : Aprilia RSV 450 Cakram Belakang : KTM Super Duke Pelek Depan : Exel 3 inch Pelek Belakang : Exel 4,5 inch Handel grip : Protapper AXXA Trail Shop Bogor Jl Raya Pemda no.2, Cibinong, Bogor

Honda Mega Pro, Tonjolkan Permainan Bodi

Suripto dari Ripto’s Bike Custom (RCB), Purwokerto, Jawa Tengah, salah satu builder bergaya streetfighter (SF) dengan ciri khas detail kuat. Perwujudan konsep diterapkan di Honda Mega Pro milik Firman Dwi Nugroho yang juga asal Kota Mendoan itu. “Tahun ini saya menonjolkan tema tajam dan runcing pada lekuk bodi. Bodi SF yang gendut-gendut saya tinggalkan. Hasilnya ya seperti ini, karakter kuat saya tonjolkan dengan bentuk penuh lekuk dan menyiku,” buka Ripto, panggilan beken modifikator bergaya cool ini. Makanya ubahan bodi jadi super detail. Itu dia yang bilang, lho. Silakan kasih Komentar. Pertama, hitungan konstruksi bodi. Modifikator cool ini merangkai pola bodi dengan konsep street fighter ala West Jateng Style alias WJS. Namun tetap memakai dua jok. Sehingga masih fungsional buat disemplak boncenger. Modifikator kucil alias bertubuh kurus kecil ini cuma memotong subframe 25 cm. Lantas frame diganti pipa 22,5 mm dengan posisi lebih ke atas. Tujuannya, biar buntut bisa nungging. “Yang punya motor memang jangkung, tingginya hampir dua meter. Sehingga saya memperhitungkan desain bodi bisa nampak bagus ketika dipakai rider jangkung,” cuap Ripto yang bikin gerai di Jl. Kutaliman, RT1/2, Kedung Banteng, Purwokerto ini. Ciri desain serba sharp nongol pada semua sektor. Bagian awal, olahan bodi fokus pada dimensi tangki dulu. Bentuk tangki, Ripto hanya mengukur dimensi tempat duduk, dibuat dengan tinggi sekitar 75 cm dari atas tanah. Terlihat besar memang, tapi jika ditengok dari atas baru ketahuan dimensi tangkinya sebenarnya kecil. “Sengaja dibuat pipih di sisi belakang tangki. Biar enak dikempit kedua paha jika dipakai riding. Mungkin terlihat besar, sebab saya bikin sayap tangki lebar dengan desain menyatu tangki. Seolah kamuflase aja,” jelas modifikator yang gak pernah sepi order ini. Pasar kaleee... (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : Swallow 110/70-17 Ban Belakang : Swallow 150/60-17 Pelek : Sprint Setang : Byson RCB : 0816-4289-149

Kawasaki Ninja, Ninja Selingkuh!

Maksudnya bukan Ninja yang seorang mata-mata zaman feodal di Jepang itu selingkuh. Tapi, Kawasaki Ninja 250R milik Hadi inilah yang selingkuh. Sport 250 cc 2 silinder milik pria yang tinggal di daerah Latumenten, Jakarta Barat ini serong karena memakai ‘pakaian’ Repsol special edition. Padahal, ‘kostum’ alias kelir itu identik di pacuan tim Honda Repsol yang berlaga di MotoGP. “Hadi ingin coba sesuatu yang beda. Belum ada Ninja 250 yang aplikasi motif ini. Karena secara desain, coraknya cukup unik,” ujar Aang Sidarwin, modifikator dari Artisis Custom di Jl. Teluk Gong, Jalan V, No. 3, Jakarta Utara. Selain modifikator, pria yang akrab disapa Sensen ini juga gape dalam urusan airbrush. Maka itu, buat pengarapannya tak perlu oper ke workshop airbrush.
Yang pertama dilakukan, bodi dilapis ulang pakai cat dasar putih dari Sikkens. Setelah itu, doi baru membuat simbol bintang buat di sisi kiri-kanan fairing. Diakui Sensen, ketika melakukan prosesi bikin simbol sempat temui kesulitan. "Berbeda dengan CBR 250R, di Ninja banyak terdapat lekukan dan lubang udara di fairing. Kalau CBR sih lebih datar, lebih mudah,” bilang modifikator 34 tahun itu. Kelarnya, bodi kembali dilabur cat oranye dari merek yang sama. Oh ya, tulisan yang ada di cover bodi Ninja ini bukan diambil dari sponsor yang nempel di Honda RCV212V. “Tulisan dari part yang dipakai di motor aja,” aku Sensen (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : Battlax 120/70-17 Ban belakang : Battlax 160/60-17 Setang : KTC Knalpot : Devils Artisis Custom : 0857-81563232