Sabtu, 06 Oktober 2012


Herman pemilik H-D dari Jakarta dan Rudi ‘The Lucky Boy’ Sudjono builder Flying Piston Garage (FPG) sepakat. Ingin membangkitkan romantisme desain boardtrack era tahun 20-an. ”Bener-bener mau bikin old board track bro,” kata Rudi semangat.

Tapi, mereka juga wajib realistis! Artinya, mesin yang nanti diusung jangan kelewat tua. Selain performa sudah uzur, perawatan dan kelangkaannya bikin ribet. Diputuskan cari mesin yang gampang dan simpel perawatannya. Namun agar mesin terlihat tua, diakali lewat sandblasting.
Dari sini sektor sasis baru dilirik. ”Bagian depan dulu, sok dipilih milik H-D FL 1942 versi balap. Beda dengan versi biasa, ini ada tiang penguatnya. Makin jadul, rem depan-belakang nggak pakai produk modern, tapi drum brake dari H-D XL 1957. Estetika old racingnya dapat khan?” bangga Rudi.

Detailing motor ini memang asyik diapresiasi. Langkah handmade dan pencarian part tua bikin penikmat custom salut. Elmu tekuk pipa dan dan ketok pelat dilakoni serius. Demikian juga rangka direhab ulang ala XL boardtracker. Setelah itu merancang tangki slim ol skool dan  wadah oli. Diikuti detailing part.

Roda dipilih 2,50x19 milik H-D tua plus karet Avon SM 4,00x19. Ini berlaku untuk depan-belakang, lho! Semua dipilih ban  relatif kecil karena memang punya roh motor balap. ”Gambarannya, ini bukan tunggangan chopperis santai pakai ape hanger  tadi die harder yang suka kecepatan, menembus kota dan hang out dengan para speed junkie,” gambar Rudi.

Detailing motor ini juga sip. Rudi banyak memilih produk legendaris kategori collector item.  Saringan udara di karbu dipakai milik H-D WL dan fender belakang enggak kalah langka dari produk Indian lawas.

Cheers for FPG! (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Karburator : H-D WL
Sepatbor belakang : Indian Motorcycle
Rem belakang : H-D XL 1957

Yamaha Jupiter MX135, Enggak Iri Lagi Deh


Iri ala biker atau penggila modifikasi harusnya positif. Jika modifikasi motor belum mantap, harus cepat berpikir agar motor andalan bisa dilirik teman-teman satu tongkrongan. Pastinya berpikirnya wajib kreatif. Jangan cuma mengandalkan dana besar dari orang tua. Itu sih anak mama. He..he..he..!

Begitulah yang dialami Billy Sanata, warga Probolinggo, Jawa Timur. Pelajar kelas 3 SMK Mater Dei Probolinggi iri melihat Yamaha Jupiter MX 135LC milik Jason, teman gaul Dimas. Wah, seandainya melihat motor yang setipe milik orang lain pastilah iri. Kalau enggak iri, itu sih bukan kategori biker.

Bagi Billy, MX135 milik Jason terbilang ubahannya sip punya. Siapakah Jason? Sabar, lanjutkan membaca nih tulisan. Sampeyan mesti tahu dulu sedikit asal-usul Jason. Dia putera dari Adhi Wicaksono. Adhi, kan yang tak lain bos dari rumah modifikasi Lent Automodified (LA), Probolinggo.

“Untuk ubahan motor hanya memakai bodi kit yang sudah ada di LA. Bagian fairing, sepatbor, bodi belakang dan jok double seater yang dirombak ulang. Hitungannya sih enggak banyak rombakan. Namanya juga masih SMU, kepingin tetap bisa dipakai boncengan,” tutur Billy sambil cengar-cengir kesenangan melihat hasil akhir garapan sang modifikator.

Benar juga pikiran Billy. Tampilan motor kesayangan berubah jadi lebih sip, tapi enggak lupa masih tetap bisa punya tandem. Apalagi, tandemnya cewek. Waduuuuh.

Bodi yang dipasang pada Jupiter MX 135 milik Billy masuk kategori plug n play alias bolt on. Bongkar-pasangnya enggak perlu ubah bagian motor yang standar.

“Bisa jadi saya nanti akan ganti teman modif. Kalau modifikasi plug n play tinggal bongkar kalau sudah bosan,” bilang Billy yang berumur 16 tahun.

Beralih ke bagian kaki-kaki yang juga mengalami rombakan untuk mengimbangi bagian bodi. “Kaki-kakinya masih mengandalkan pelek bawaan pabrik. Hanya saja ukuran ban sedikit diperbesar supaya tidak cungkring. Swing armnya comot variasi milik TDR yang sudah ada stabilisernya,” imbuh Billy yang doyan dengan bebek sport.

Supaya tampilan racing semakin kental, Billy sengaja menanggalkan setang originalnya untuk diganti dengan setang jepit. “Setangnya pakai milik Yamaha X1. Satu set dengan batok bagian depan,” terangnya.

Hasilnya memang mengarah ke Yamaha X1. Artinya, konsep Billy untuk Jupiter MX 135LC miliknya bebek futuristik yang sudah lama trend di Thailand.

Kalau sudah begini tidak ada lagi ceritanya iri dengan anak modifikator. He..he..he..  (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan  : FDR 90/80-17
Ban belakang : FDR 100/80-17
Pelek depan : Yamaha 2,25 x 17
Pelek belakang : Yamaha 2,75x17
Footstep  : Yoshimura
Cakram depan  : PSM

Edan, Truk Ford F650 Disulap Jadi Limosin 20 Meter!



Cina – Edan! Kata tersebut bakal muncul kala melongok Ford F650 asal Cina yang satu ini. Bagaimana tidak, mobil yang seharusnya ’berkodrat’ sebagai truk telah disulap menjadi kendaraan mewah limosin super panjang.

F650 ini dimodifikasi dengan penampilan baru yang berbeda dari versi aslinya. Terlihat dari rumah-rumah dengan kaca seamless yang menggusur bak terbuka di belakangnya. Serta aplikasi pintu tengah, yang mundur jauh di depan ban belakang. Dengan wheelbase yang panjang, F650 ini tetap menampilkan ukuran overhang yang fantastis.

Dan tak tanggung, ukuran panjang F650 ini mencapai 20 meter. Bahkan melebihi panjang rata-rata bus di Indonesia seperti sasis Hino RK, Mercedes Benz OH atau Scania yang hanya 12 meter. Tentunya dibutuhkan keahlian khusus untuk membawanya meliuk di antara kemacetan kota.

Tak ada detail mengenai spesifikasi. Tetapi versi standar F650 tertanam dua pilihan mesin, yakni tipe bensin 6.8 liter Triton V10 dari Ford, serta pilihan mesin diesel buatan Cummins bervolume 6.7 liter. Rentang pilihan tenaga juga beragam. Mulai dari 200-357 dk. Sedangkan pilihan transmisi ada Ford TorqueShift 6-Speed Automatic (Bensin), Allison 5-Speed Automatic, Allison 6-Speed, Fuller 6-Speed serta Dana 7-Speed. (mobil.otomotifnet.com)

S2000 Mugen, Serigala Jepang Rasa Eropa


Amerika – Tuner resmi Honda yaitu Mugen memang mengerti cara memoles roadster semacam S2000 agar makin apik. Terlihat dari sosok dua "Serigala" S2000 ini yang tampak stylish dengan modifikasi gaya Eropa yang minimalis dan terkesan polos tanpa aplikasi body kit berlekuk ekstrim.

Bahkan jika kita lihat pada bagian depan kap mesin polos dan bumper ber-airdam besar dengan desain busur panah, sepintas mirip milik Porsche 911. Kedua S2000 Mugen ini  juga dilengkapi dengan sebuah airbox serat karbon di depan radiator.

Bukan hanya itu saja, kedua mobil ini juga menggunakan new stainless steel headers, ECU, Knalpot, serta perlengkapan balap lainnya. Semakin apik, keduanya dilabur kelir putih yang elegan dan tampak serasi dengan tema modifikasi Eurostyle-nya.

Eits, mesti nyaris kembar, detail keduanya berbeda lho. Dimana versi pertama mengadopsi pelek HRE dengan rear wing model turing. Sementara S2000 lainnya mengaplikasi rear spoiler rata model drag dengan pelek model balap. (mobil.otomotifnet.com)

Nih, Obat Ganteng Buat Lambo Gallardo


Jerman – Sebagai supercar, sudah kodrat Lamborghini Gallardo untuk tampil maskulin dan tampan. Namun bagi yang kurang puas akan tampilan standarnya, tuner asal Jerman Prior Design menawarkan body kit sebagai “obat ganteng” buat mobil berpintu gunting itu.

Paket body kit tersebut dijuluki L800. Dimana set itu terdiri dari bumper baru, front fenders dan penambahan lengkungan di roda belakang. Ada juga roof scoop dan spoiler belakang yang terlihat sangar.

Tak main-main, body kit tersebut telah bersertifikat TUV dan dilengkapi dengan mounting hardware.

Sehingga, L800 ditawarkan sebagai piranti plug and play tanpa rombakan berat pada bodi Gallardo, yang memang sudah tampil eksotik. Dan paket ini dijual tanpa pasang atau juga dapat dicat dan dipasang langsung di workshop Prior Design.

Oiya, biaya yang harus ditebus untuk mengaplikasi “obat ganteng” ini sekitar Rp 152 juta. Dan kompatibel untuk Gallardo keluaran tahun 2003-2008. (mobil.otomotifnet.com)

Wuih, Toyota 86 Versi Drifting Tenaganya Tembus 800 Dk!


Jepang – Sebagai pendatang baru nama sportscar Toyota 86 terbilang mudah untuk dimodifikasi sebagai mobil balap. Dan didukung dengan sistem penggerak roda belakangnya, 86 gampang dibuat sebagai mobil balap drifting.

Salah satunya adalah 86 garapan Speedhunters yang satu ini. Yup, mobil yang bakal digeber oleh drifter Norwegia, Frederic Aasbo ini telah mengalami rombakan nyaris di seluruh sektor. Mulai dari tampilan,mesin dan tentunya kaki-kaki.

Untuk itu, mesin boxer 2.0 liter berdaya 200 dk diganti dengan mesin yang lebih besar, 2JZ-GE turbo enam silinder segaris yang diambil dari Toyota Supra. Tak cukup versi standarnya, mesin itu dirombak oleh SWR Performance Engineering. Mesin berkapasitas 3.4 liter ini bisa menghasilkan sampai 800 dk dan torsi 1000 Nm di roda belakangnya.

Demi mengendalikan tenaga moster yang dihasilkan mesin, disiapkan kopling balap triple-plate, custom flywheel, transmisi empat percepatan, radiator yang dipasang dibelakang.

Layaknya mobil balap lain, interior 86 dipangkas habis dan hanya menyisakan kursi Sparco, setir GS Performance, roll cage dan racing harness dari Takata uang semuanya berlisensi FIA.

Modifikasi dilanjutkan ke sektor kaki-kaki. Dimana kawalan suspensi balap dari KW berpadu piranti drift angle dan control arm dari PeeBee Motorsport. Selain itu, rem 86 ini mengandalkan WP Pro 6 caliper big brake dan pelek Motegi Racing Traklite berukuran 17 inci di depan dan 18 inci di belakang. (mobil.otomotifnet.com)

Nissan Skyline Hakosuka, Rumus Awet Muda


Inggris – Sebagai mobil keluaran 1971, Nissan Skyline GT-R generasi pertama tentunya sudah berumur cukup lanjut. Namun bagi Alan Thomas di Inggris, mobil berusia lanjut ini justru menjadi ‘bahan’ modifikasi yang mampu memuaskan hasrat speedfreak-nya, sekaligus membuat mobil lebih awet muda.

Ya, ketimbang merestorasinya kebentuk asal, mobil berjuluk Hakosuka ini justru dirombak bergaya balap. Terlihat dari luar, bagian kap mesin, fender hingga headlamp yang kini berbahan fiberglass. Uniknya, headlamp tersebut berbentuk kotak yang sepintas mirip milik Peugeot 505 bukan model bulat seperti standarnya.

Selain itu, ada rear spoiler berkelir biru yang mantap tertanam di kap bagasi. Semakin lengkap, bodi Hakosuka dilabur kelir putih berpadu grafis balap biru dan decal sponsor ala balap.

Tak ketinggalan, mesin standar S20 bervolume 2.0 liter, inline-6 dengan 24-valve DOHC ikut dirombak agar makin mantap. Kini tertanam camshaft Nissan ‘Sports Option’ dengan forged piston balap, exhaust manifold dari Ito Racing stainless 6-branch, dan Works-type dual pipe side exit. Serta tiga buah karburator Weber 45DCOE-9.

Sebagai pelengkap, transmisi kompetisi F5C71-B ‘Option 4’ dengan direct drive 5-speed dan LSD dengan rasio 4.1 dicangkok pada Hakosuka ini.

Mesin dan tampang sudah diupgrade, sektor kaki-kaki juga tak dilupakan. Sistem supsensi dan rem full sport dibekali produk semerek dari Nissan Sport Option. Sementara pelek mengandalkan RS Watanabe ‘R-Type’ magnesium 8-spoke 15 inci. Pelek celong tersebut berbalut ban model slick dari Dunlop.

Nah, kalau sudah keren begini nggak minder lagi deh sama sang cucu, Nissan GT-R. (mobil.otomotifnet.com)