Minggu, 26 Agustus 2012

Gokil, Mobil Musuh Mr Bean Bertabur Senjata!


Inggris – Melihat mobil Reliant Robin tentunya yang terpintas di benak anda adalah sosok mobil roda tiga yang selalu sial di film-film Mr. Bean. Bisa dibilang, mobil unik asal Inggris tersebut adalah musuh dari Mr. Bean yang menggeber Mini Cooper.

Tapi, saat melihat Reliant Robin berjuluk Rugged Robin yang satu ini, dijamin anda dan Mr. Bean bakal berdecak kagum. Sebab oleh Bernard Reeves, Reliant Robin dirombak jadi mobil perang yang penuh dengan senjata.

Tengok saja tampilan luar Rugged Robin yang telah mengaplikasi atap terbuka dengan membuang atap plus pilarnya.Tak mau tanggung, senjata mesin Browning caliber 50, dua sub-machine guns dan senjata mesin dari Vickers gahar tertanam di mobil berkelir hijau doff ini.

Lebih nyeleneh, sebagai kendaraan siap tempur pria 67 tahun asal East Sussex, Inggris mengganti kedua roda belakang dengan sistem penggerak model rantai tank yang dirasa lebih tangguh melahap medan off road.

Rugged Robin sendiri masih menganut mesin 850 cc versi standarnya. Sementara racikan gado-gado tertanam dibeberapa komponen. Diantaranya per suspensi mengandalkan milik Honda 90, suspensi depan dari Hillman Imp, gearbox mountings milik Land Rover dan as belakang Bedford Van.

Gokil ya!(mobil.otomotifnet.com)

Kawasaki KSR 110, Dijejali Spek Mesin MP1


Meski mini, tapi Alberto Augustino ingin Kawasaki KSR 110 miliknya punya power yang maxi alias maksimal. Itu permintaan pria yang tinggal di daerah Gayung Sari, Surabaya, Jawa Timur ke salah satu temannya.

“Katanya dia ingin motor ini bisa membawa lari dirinya yang punya bobot tubuh 80 kg. Tapi, larinya kayak motor balap. Makanya, aku kasih spek MP1 (Bebek 4-Tak Tune Up 125 cc; red),” ujar Yosi Novianto, pemilik MP2 Speedshop yang diminta Alberto buat racik pacuan mini bergenre Supermoto itu.

Yosi yang juga sohib karib Alberto melakukan proses bore up. Awalnya, sang pemilik ingin bore up hingga sentuh 150 cc. Tapi, doi sarankan agar bertahap. Maksute, jajal dulu bore up 130 cc. Jika dirasa masih kurang, baru dibore up lagi.

"Soalnya motor ini juga dipakai buat harian oleh Alberto. Keliling Surabaya untuk dagang juga, meski dia punya speedshop buat Kawasaki Ninja 250 dan moge,” jelas pria yang workshop-nya di Jl. Cempaka, No. 4 Blitar, Jawa Timur itu.

Demi kejar spek 130 cc, maka piston milik Kawasaki Athlete diameter 57 mm pun dipakai. Piston ini, oversize 100 dari piston standar bebek Kawasaki 125 cc itu. Lewat part ini, kini isi silinder KSR yang sebelumnya main di 115,2 cc pun beranjak jadi 129,5 cc. Aplikasi piston dari FIM Piston, dome part penggebuk ruang bakar itu dibikin jadi 2 mm.

Karena pergantian piston yang besar, klep ikut disesuaikan. Untuk itu, Yosi mengandalkan klep dari Kawasaki KLX 250. “Klep ini lebih kuat ketimbang klep CBR 250. Diameter batangnya juga 4,5 mm. Jadi, enggak terlalu berat,” sembari bilang rasio kompresi bermain di 12,5 : 1.

Toh diameter payung klep yang aslinya 33,5 mm (in) dan 28,3 mm (ex) dikecilkan lagi. Kini, buat klep isap dibuat jadi 28 mm dan 24 mm klep buang. Noken as buat klep in dan ex, digerus hingga timbulkan durasi 265ยบ.

"Untuk lift klep, sengaja tidak dibuat terlalu tinggi. Tapi, cukup dipatok di 8,2 mm aja. Itu buat klep isap dan buang,” timpal pria 32 tahun ini. Klep juga dikombinasi pakai per klep merek Gold dari Amerika Serikat.

Menurut Yosi, per ini sudah keras. Tapi, anehnya masih minta lebih keras. “Aslinya tinggi ulir 34 mm. Tapi, diganjal lagi pakai ring 1 mm. Kalau gak diganjal, di rpm tengah kayak mbrebet. Setelah diganjal, teriak power sempurna,” tutupnya sembari bilang karburator pakai Keihin PWK 28 mm Sudco.

Gas pol deh!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Gas spontan : Yamaha YZ 125
Rantai : Faito
Per kopling : Variasi Thailand
Knalpot : MP2 Stainless Steel
MP2 Speedshoop : 0819-37700088

Bajaj Pulsar 180 DTS-i, Sangar Tapi Nyaman!

Biasanya bikers yang ingin tampil beda memodif motornya secara ekstrem. Tapi, hal itu tidak berlaku pada seorang yang bernama I Putu Eka Dharma Prasetya. Doi, sosok bikers penyuka turing. Makanya ketika punya Bajaj Pulsar DTS-i 180, doi ogah motor kebanggaannya itu tampil kelewat ekstrem.

“Saya ingin motor terlihat kekar, sangar. Tapi, nyaman diajak riding dan tidak menghilangkan identitas motornya,” buka I Putu.

Sesuai dengan kemauan sang pemilik, ubahan yang dilakukan oleh Billy sang modifikator andalan I Putu memang terlihat simpel dengan mempertahankan ‘wujud’ asli. Juga, tidak terkesan berlebihan.

Demi pertahankan ‘wujud’ aslinya, Billy hanya bermain pada part bawaan ‘saudara kandung’ Pulsar. Misalnya, sokbreker depan yang mengandalkan Pulsar 220 DTS-i. Sedangkan di belakang, lengan ayun milik Pulsar 220 dibalut kondom yang tebuat dari fiberglass setebal 3 mm. Arm ini, dikombinasi monosok comotan Yamaha Scorpio.

Pada bagian bodi, tangki dilapisi kondom setebal 6 mm yang terbuat dari fiberglass dipadukan dengan fairing buatan Billy. Tangki dan fairing tadi dilumuri cat warna Hitam dengan kombinasi airbrush motif Ghost Rider agar motor terlihat sangar.

Kesan sporty juga muncul lewat ubahan di knalpot. Lubang buang ini dibikin kembar alias twin active muffler, “Saya berani bilang twin active muffler karena memang kedua knalpot ini bekerja aktif. Bukan pajangan,” sebut punggawa Jail Autobodywork Custom (JAC) yang berada di Jl. Raya Caman No. 7, Jatibening, Bekasi, Jawa Barat.

Karena motor turing identik dengan pemasangan boks, maka sebagai unsur penyempurnaan, I Putu menempelkan bok bermerk GIVI V45 pada bagian belakang. Agar makin serasi, boks dilumuri cat yang seirama bodi. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Bridgestone 110/70-17
Ban belakang  : Swallow 160/60-17
Knalpot   : Custom
Head lamp : Custom
JAC : 0821-3535-3590

Kawasaki New Ninja 250, Eh Sudah Ada Modifnya!


Jiaaaaaah! Baru kemarin launching, eh sudah ada Kawasaki Ninja 250 Fi yang dimodifikasi. So pasti bakal jadi pusat perhatian! Apalagi pemiliknya berstatus lady biker, Ananda Welda cewek manis ini makin pede jalan-jalan dengan tunggangan anyarnya yang tampil lebih macho.

Motor ini baru dikirim ke rumah Welda pada 3 Agustus lalu, tapi pada tanggal 10 Agustus pada saat bertemu dengan kru redaksi, penampilannya sudah banyak berubah. “Untuk pengerjaannya, motor ini dilakukan oleh witjax Modizigner,” ungkap wanita mungil ini.

Pengerjaannya menggunakan prinsip SKS (Sistem Kebut Semalam). Makanya, dalam waktu singkat, sudah banyak yang berubah. Pertama yang dilakukan adalah mempercantik kelir bodi. Tetap mempertahankan warna dasar hitam tapi ditempel cutting sticker bergaya techno, trend 2012 dari Witjax Modizigner yang memang jago urusan stiker.

Sedang kaki-kakinya justru beralih ke pelek Ninja 250R lama, tujuannya agar piringan cakram bisa diganti dengan variasi yang lebih besar. "Tujuan kedua adalah biar pelek belakang bisa ganti yang lebih lebar pakai pelek Kawasaki ZX-10R tahun 2011 dengan lebar 6 inci. Karena pelek ini bentuk palangnya sama seperti pelek standar Ninja 250R lama," beber Welda.

Untuk memasukan pelek standar Ninja 250R lama ke sokbraker depan Ninja 250 baru, harus dibuatkan bushing anyar. Termasuk membuat cover rumah speedometer. Kan Ninja 250 injeksi sudah pakai speedometer digital, tidak ada lagi kabel speedometer di roda depan. Giliran pelek belakang, langsung dikawinkan dengan swing arm ZX-6R.

"Supaya nyaman, jok juga diganti. Busa dan kulitnya ambil dari motor matik yang lebih lembut.” terang Welda yang mengaku tidak melakukan banyak ubahan di mesinnya. ”Mesin tetap dibiarkan standar, hanya memasang knalpot slip on custom saja,“ tutupnya. (motorplus-online.com)

Data Modifikasi :
Ban depan : Bridgestone Battlax BT90
Ban belakang : Bridgestone Battlax BTS20
Disk brake depan : KTC
Disk brake belakang : ZX-10R
Handel rem: Ride IT
Witjax Modizigner: 08566330226

Kawasaki KXF250, Pabrikan Turun Tangan


Di musim balap 2012, Kawasaki INK Denso ELF Caspian Orca Motor satu-satunya tim balap motocross yang disupport langsung pabrikan. Di bawah bendera Kawasaki Motor Indonesia, Kawasaki KXF 250 terbaru yang digeber pembalapnya Adi Aprian Nugraha sudah dipersiapkan sejak awal. Utamanya sistem software pada ECU yang sudah diprogram menyesuaikan sirkuit yang dipakai gelaran Kejurnas Motocross.

“Memang belum seluruh sirkuit yang dimapping, saat ini baru ada sirkuit yang sudah dilengkapi dengan data lengkap. Seperti sirkuit Depok, Harvest di Cibubur dan sirkuit Ciamis yang bakal digelar seri ke 4 Kejurnas Motocross September nanti,” ujar Teddy Gustiar sebagai Manajer Tim Kawasaki INK Denso ELF Caspian Orca Motor.

Proses seting motor ini dibantu langsung pihak KMI yang menyediakan software KXF250 dari Jepang. “Untuk aplikasi dan proses instalnya dibantu oleh Novel Faisal yang juga sebagai supporting tim untuk balap Supersport di Asia dan Road Race tim pabrikan Kawasaki,” lanjut Teddy.

Mirip seperti pada besutan road race yang memang mekanik sudah memiliki data ideal untuk seting motor sesuai permintaan pembalap. Pada balap motocross meskipun tidak sedetail road race, tetapi sangat membantu pembalap.

“Power ngisi terus padahal saat pakai software standar mesin selalu minta di selip kopling saat keluar tikungan,” ujar Adi Aprian Nugraha yang standing poin balap Kejurnas Motorcross musim ini berada di urutan 5 besar.

Selain itu pihak KMI juga membantu riset suspensi buat motor Adi yang kesulitan seting sokbreker lantaran bobot pembalap ini hanya 49 kg. Karena rata-rata pembalap motocross memiliki bobot di kisaran 65 sampai 70 kg.

“Kalau bobot pembalap ideal mudah seting suspensi. Apalagi beberapa vendor suspensi macam Ohlins sudah menyediakan beberapa pilihan pegas yang bisa dipakai pembalap,” urai Teddy.

Lantaran itulah KMI ikut membantu dengan meyediakan spring sok yang sudah diseting sesuai bobot Adi. “Sok depan dan belakang masih pakai standar. Cuma springnya saja yang diganti racikan dari KMI,” jelas Teddy yang menambahkan masing-masing sok disediakan dua pilihan, spring soft dan hard.

Nah, aplikasi seting suspensi ini baru akan dipakai pada gelaran Kejurnas Motorcross yang berlangsung di Ciamis pertengahan September nanti. “Untuk latihan pakai spring baru ini motor enggak terlalu liar. Lebih mudah diajak bermanuver, tinggal nunggu saat race saja. Pembuktiannya nanti,” harap Adi.
 (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban belakang: Bridgestone 100/80-18
Ban depan: Bridgestone 80/70-21
Knalpot: FMF
Decal: TryInk
Monoshock: Standar

Yamaha V-ixion, Modif Ogah Repot


Banyak cara modif bisa ditempuh buat menghasilkan motor idaman. Ada yang extreme potong rangka, ganti kaki-kaki extra besar dan juga minimalis lewat aliran bolt on. Untuk yang disebut terakhir, ya seperti dilakukan di Yamaha V-ixion ini. Modif lewat part yang tinggal pasang alias bolt on.

“Ubahan di V-ixion ini enggak bikin ribet, tinggal pilih part di display toko dan tinggal dibaut aja,” seru Asep Sulaiman dari toko variasi Utama Motor di Jl. Raden Saleh, No. 6, Karang Tengah, Ciledug, Tangerang. Walau tinggal pilih dan pasang, tapi baiknya tentukan dulu konsepnya. Jadi, hasilnya pun enggak bakal kecewa.

Konsep yang disasar oleh Kang Asep tentunya aliran street fighter. Untuk kuatkan aliran itu, lampu lancip standar dari V-ixion ditanggalkan. Diganti lampu custom yang modelnya mirip kepala salah satu tokoh Ninja Scorpion. Itu lho, yang ada di serial film Mortal Kombat. Basic headlamp dibuat dari lampu Honda New Supra X125 FI yang diberi kedok dari fiberglass.

“Tangki enggak usah pusing mesti dimodif apa. Toh banyak pilihan kondom tangki yang terbuat dari fiberglass buat dipasang di V-ixion,” bilang kang Asep yang asli orang Kuningan, Jawa Barat itu. Sayangnya pilihan kondom ini rasanya kurang cocok. Karena lekukannya kurang lancip dan tumpul.

Bagian buritan sudah aplikasi jok model berundak ala motorsport. Bisa single seater atau boncenger. Kalo diperhatikan sih, model lekukan yang disajikan mirip lekukan Ducati 1098S. Apalagi swing arm aplikasi model banana.

“Semua variasi ini tinggal baut dan pasang. Mereknya HK Sport yang merupakan produksi masal dari Utama Motor,” promosi kang Asep.

Owhhhh.... (motorplus-online.com)
 DATA MODIFIKASI
Swing arm: HK Sport
Pelek: RGV
Ban depan: Corsa 100/70-17
Ban Belakang: Corsa 130/70-17
Telepon: (021) 734-54741

Honda Mega Pro, Pesona WJS Sentuh Hatinya


Nuansa gaya modifikasi dengan gaya WJS alias West Jateng Style menggoda Alex Febrianto from Sokaraja, Banyumas. Cocok dengan idealisme Agus Djanuar dari rumah modifikasi XK Bike Design, Purwokerto yang yang beken bikin modif dengan gaya buntut cepak ini.

“Acuan bentuk masih tetap saya pertahankan dengan model buntung. Bodi simpel dan kecil di belakang. Sehingga bagian depan terlihat besar, juga membuang bagian tangki sehingga motor terlihat lebit flat atau rata,” buka Agus DJ, panggilan gaul modifikator berkumis tipis ini. Tapi, kumis kan?

Sesuai dengan konsep, modifikator satu putri ini potong habis frame belakang. “Saya potong mulai bagian atas center back bone di bagian atas mesin. Gantinya pakai pipa produk ISTW yang merupakan pipa standar sasis pabrikan motor di Indonesia,” cuap pria ramah ini. Owhhh...

Karena joknya cuma secuil, pipa baja yang dipakai pun cuma sepanjang 25 cm. Pipa ini, diperkokoh lagi dengan pelat 5 mm. Jadi, konstruksinya dijamin kuat. Apalagi XK Bike Design beken dengan olah sasis yang paten.

Kreasi Agus DJ yang keren adalah penerapan lampu stop variasi trail. Biasanya lampu ini satu paket dengan sepatbor variasi enduro khas garuk tanah. Yang bikin beda, cuma diambil reflektornya saja.

Selain gaya, “Lampu ini juga sengaja saya bikin buat aksen bodi belakang. Sehingga estetika dan fungsi juga dapat,” papar mantan crosser era 80’an ini.

Memang benar! Dengan nemplokin lampu stop mini, bagian belakang tidak terlihat terlalu kosong. Walupun secuil namun berfungsi dan menambah estetika. Sedang pilihan bentuk tangki, ayah dari Kalika Elvareta ini pilih dimensi imut juga. Tangki yang hanya muat 3 liter BBM ini, sengaja dibuat ngumpet pada bagian buntut.

Ini merupakan ide sendiri dengan modal pengalaman. Maksudnya, meminimalisir tangki penyok di kala jatuh. Caranya dengan mengubah posisi tangki, agar tidak penyok terkena setang di saat jatuh. Makanya posisinya dipindah belakang.

Dasarnya XK Bike Design lagi senang dengan aksen komponen sasis yang nongol keluar macam tubular. Cuma bedanya dari Ducati yang memang berciri tubular asli. Sasis ini, hanya sebagai detail visual saja. Materialnya dari pipa seamless 1 inci. Sengaja dibuat melengkung natural senada lekukan tangki. Wah, kayak lagu terbarunya D’Masive aja. Itu, Natural.

Sip! (motorplus-online.com)
DATA MODIFIKASI
Ban depan : FDR 110/70-17
Ban belakang : Michelin 190/55-17
Pelek belakang : ZX 9R
XKBD : 0816-692964