Sabtu, 06 Oktober 2012

Nissan Skyline Hakosuka, Rumus Awet Muda


Inggris – Sebagai mobil keluaran 1971, Nissan Skyline GT-R generasi pertama tentunya sudah berumur cukup lanjut. Namun bagi Alan Thomas di Inggris, mobil berusia lanjut ini justru menjadi ‘bahan’ modifikasi yang mampu memuaskan hasrat speedfreak-nya, sekaligus membuat mobil lebih awet muda.

Ya, ketimbang merestorasinya kebentuk asal, mobil berjuluk Hakosuka ini justru dirombak bergaya balap. Terlihat dari luar, bagian kap mesin, fender hingga headlamp yang kini berbahan fiberglass. Uniknya, headlamp tersebut berbentuk kotak yang sepintas mirip milik Peugeot 505 bukan model bulat seperti standarnya.

Selain itu, ada rear spoiler berkelir biru yang mantap tertanam di kap bagasi. Semakin lengkap, bodi Hakosuka dilabur kelir putih berpadu grafis balap biru dan decal sponsor ala balap.

Tak ketinggalan, mesin standar S20 bervolume 2.0 liter, inline-6 dengan 24-valve DOHC ikut dirombak agar makin mantap. Kini tertanam camshaft Nissan ‘Sports Option’ dengan forged piston balap, exhaust manifold dari Ito Racing stainless 6-branch, dan Works-type dual pipe side exit. Serta tiga buah karburator Weber 45DCOE-9.

Sebagai pelengkap, transmisi kompetisi F5C71-B ‘Option 4’ dengan direct drive 5-speed dan LSD dengan rasio 4.1 dicangkok pada Hakosuka ini.

Mesin dan tampang sudah diupgrade, sektor kaki-kaki juga tak dilupakan. Sistem supsensi dan rem full sport dibekali produk semerek dari Nissan Sport Option. Sementara pelek mengandalkan RS Watanabe ‘R-Type’ magnesium 8-spoke 15 inci. Pelek celong tersebut berbalut ban model slick dari Dunlop.

Nah, kalau sudah keren begini nggak minder lagi deh sama sang cucu, Nissan GT-R. (mobil.otomotifnet.com)

Toyota Yaris Signal Kustom Built, Out of The Box!


Bandung - Rumah modifikasi asal Kota Kembang Bandung, Signal Kustom Built menampilkan sesuatu yang berbeda,di ajang Yaris Show Off 2012 yang berlangsung di Jakarta akhir pekan ini.

Tema “Fungressive : Sporty+Trendsetter Attitude” diterjemahkan ke dalam modifikasi di semua sektor. Sebut saja bodi yang digarap dengan mengkombinasikan hampir 20 warna pada garisan airbrush bodyart karya Yudi Andhika, seniman karakter asal Bandung, bertema The Yellow Dino.

Pembuatan bodykit bergaya sporty dibuat dengan spirit trendsetter yang diusung, yaitu bodywork yang dibuat keluar dari pakem. Unsur wide body bolt on yang terdapat pada keempat titik fendernya dibuat dengan setengah bagian bertujuan untuk mengekspose sensualitas dari ban Yokohama Advan AD-08.

Interior merupakan bagian yang menititikberatkan pada tema trendsetter, fungsionalitas, estetika dengan personalisasi customization. Sentuhan personalisasi disuguhkan dengan aplikasi dua Jok carbon yang dibuat custom dengan design yang dibuat secara personal.

Sentuhan personalisasi lainnya adalah kebutuhan owner akan babyseat, sehingga dibuat satu tema personal customize carbon baby seat dengan seluruh entertainment pendukung baby player monitor dengan movies kesukaannya, iPad games, serta iphone yang sudah dibungkus dalam apptivity case bermodel steer.
 
Pindah ke kaki-kaki, pelek menggunakan special order SSR type C dengan lebar 9,5 inch. Bagian suspensi menggunakan Coil over Aragosta. Dan bagian rem menggunakan yang terbaik di kelasnya dengan menggunakan AP Racing 6-pot di bagian depan dengan APP braided line, serta AP Racing 4 Pot di bagian belakang.

Modifikasi mesin yang dibuat oleh Premier Autowerks, dan dimaksimalkan kinerjanya oleh Indra Maiza serta Ovi Sardjan mencatatkan tenaga di dyno tes hingga 250 dk.
 
Seluruh produk yang digunakan pada project Yaris ini menggunakan Pioneer yang terbaik di kelasnya, total 4 Subwoofer 10-inch, 4-pair middle speaker, 4-power, dan satu head unit untuk multimedia utama, serta satu head unit untuk baby multimedia dibenamkan. (mobil.otomotifnet.com)

Honda Civic Estilo1994, For Competition Use Only!


Ketika Alvitto ingin tantangan lain di dunia balap, banyak pihak dibuat pusing. Pasalnya, Mitsubishi Galant 'hiu' miliknya yang sudah twin turbo dianggap kurang mumpuni untuk balap touring. “Hiu buat time attack aja,” sahut Alvitto.

Akhirnya pelajar SMU ini kepincut dengan Honda Civic EG alias Estilo yang notebene coupe. Hasil diskusi dengan sang ayah, akhirnya diputuskan kirim mobil ke Alfred Sitohang, juragan Pro Drag di Pondok Gede, Jaktim.

Makin puyeng karena spesifikasi yang diinginkan terbilang di atas rata-rata. “Estilo dengan power to weight ratio tak imbang bakal sulit untuk menikung,” wanti Koko, ayah Alvitto. Bukannya apa-apa, Estilo biru yang sudah all-out ini berdaya 325 dk on-wheel.

Namun, ini justru jadi tantangan buat Alvitto yang nyalinya memang besar untuk menggeber mobil di sirkuit. “Saya pakai ECU scrambler agar tenaga drop saat mobil belok,” bisik Vitto. Bisa dibayangkan sulitnya membawa Estilo seringan bulu ini.

Tak hanya mesin yang sudah full spek, bodi juga dibuat ringan dengan material eksotik seperti carbon fiber dan polycarbonate. Pintu -pintu juga sudah fiberglas total. Kalau mobil aslinya saja sudah ringan, bisa terbayang seperti apa rasanya membesut mesin B20B dengan turbocharger Garret GT25R 'hybrid'.

Koko sempat ketar-ketir melihat Alvitto mencoba mobil di sirkuit Sentul, Jawa Barat. Mobil yang bisa melesat bak anak panah ini,  tiba-tiba harus menikung di R1. “Perangkat rem juga harus di-upgrade,” jelas Koko.

Untungnya Edy, panggilan akrab Alfred, cukup tanggap untuk melengkapi mobil dengan sistem rem mumpuni. Segelondong rem Brembo copotan Mitsubishi Lancer Evo VIII lengkap dengan brake pad yang sanggup menahan panas hingga 650°C sudah terpasang rapi.

Lengkap dengan slang rem braided hose (anyaman serabut stainless steel), memastikan pengereman tak ada yang meleset. Toh, namanya juga arena balap, musibah tetap bisa terjadi karena human error. “Kalau mau nabrak sih, nabrak aja,” kelakar Vitto yang mengaku pernah menabrak tembok dengan Estilo ini.

Meski begitu, Estilo biru ini juga sudah membukukan catatan waktu terbaik dan beberapa kali meraih podium di tangan Alvitto. “Sudah mulai dapat celahnya untuk membawa mobil ini dengan baik dan benar, khususnya saat memainkan scrambler agar mobil enak diajak menikung,” terang Vitto lagi. (mobil.otomotifnet.com)

Mitsubishi Lancer GTi, Mobil Harian yang Jago Ngebut


Lantaran keenakan menjadi speedgoers, Rizky Margaputra yang bermukim di kota Kembang butuh besutan harian yang bisa ngebut. “Tetapi budget enggak banyak sehingga pilihan ke sedan dream car back to 90s,” bisiknya.

Setelah berkonsultasi dengan teman-teman di klub ABBAN (Automobile Bandung), akhirnya pilihan jatuh ke Mitsubishi Lancer 1.800 cc berlabel GTi. Alasannya sepele, terjangkau dan mudah dibuat kencang.

CANGKOK TURBO

Benar saja, belum lama menebus sedan keluaran 1993 berkelir putih, mobil langsung di bawa ke Indra, juragan Mantap Engine Tuner yang bermarkas di Bandung.

Indra menyarankan untuk mencangkok rumah keong copotan Lancer Evolution GSR series dan membuat piping sendiri alias custom made. Menurutnya, peak horse power hingga 40% bisa didapat dengan mudah ketimbang melakukan modifikasi NA (Naturally Aspirated).

Tak banyak cing-cong, seperangkat turbo berkode TD-05 yang lazim dipakai mesin 4G63-T kini menjadi teman mesin Rizki yang berkode 4G93. Piping dibuatkan versi customized karena tak pernah ada versi orisinal untuk 4G93.

Indra juga membuatkan dudukan intercooler besar merek Autobahn  untuk dipasang persis di belakang bumper depan layaknya dragster. Hasilnya tak percuma, piping stainless steel yang dibuat bisa bertengger rapi di dalam kabin mesin.

Tak ketinggalan dudukan blow-off valve HKS sengaja dibuat sejajar kepala silinder agar terekspos. Agar mesin terlihat matching dengan silicone hose Autobahn 88 berwarna biru, valve cover ikut disemprot cat biru.

Agar kabin mesin terlihat padat, air filter model pod buatan HKS diposisikan bareng airflow meter persis di belakang aki. Selesai sudah urusan hardware. Indra lanjut ke software lewat modul ECU piggyback Haltech.

Haltech Interceptor memang dirancang untuk penambahan aplikasi turbo di luar spesifikasi pabrik. Jadi ECU standar masih dipakai dan ditandem dengan Interceptor.

Hasilnya not bad tuh! Trek 402 meter di sirkuit Sentul bisa dilahap dengan elapsed time 15,2 detik saja. Itu pun karena overspin di bagian roda depan sebagai penggerak.

“Nanti kalau ada rezeki mau pasang sistem all-wheel drive biar traksi lebih yahud,” ujar Rizky bersemangat. Sayang kan, waktu terbuang percuma karena spin di tempat saat start.

Padahal kaki-kaki sudah tak standar. Satu set per keong Intrax dan sokbreker gas keluaran Bilstein menemani pelek Buddy Club 15 inci dan ban Yokohama Advan Neova AD07.

Apa boleh dikata, hasil torsi dream car back to 90s yang sudah pakai body kit Evolution III GSR ini masih lebih galak ketimbang soft compound yang ada di ban.

Welcome to the Fifteen Seconds Club!  (mobil.otomotifnet.com)

Honda NSR 150 SP, Ini Motornya Dragon


Honda NSR 150 milik Robby Abidin ini terbilang cukup apik soal modifikasi. Doi kepincut desain motor yang punya gaya supersport tulen. Hal itu dipengaruhi kegemaran Robby. “Saya suka nonton MotoGP, jadi pengin punya motor prototipe. Tapi, saya hanya punya motor seperti ini,” buka Robby.

Selain itu, menurut pria yang menjabat sebagai head manajemen marketing Dragon Motor Sport, motor ini juga bisa dibilang sebagai maskot bengkel modifikasi tempat doi mencari rejeki. “Sengaja ‘mengorbankan’ Honda NSR ini untuk keperluan bengkel, jadi jika orang melihat akan akan cepat mengenal workshop kami,” tambahnya.

Untuk merealisasikan idenya, Robby mengerahkan mekaniknya dalam proses pengerjaan modifikasi. “Yuk, kita kerja bakti,” ajak Robby kepada mekaniknya.

Tahap awal, konsep warna yang pertama didiskusikan. Karena kata pria ramah ini, warna bisa dijadikan ciri khas agar lebih mudah diingat orang. Harapannya, dengan menaburkan oranye dan merah yang dipadukan hitam pada rangka. Sehingga warna itu bisa mewakili warna ciri khas Dragon. “Biar lebih ceria ditambahkan juga hijau stabilo yang identik dengan Valentino Rossi,” kata Robby.

Beres pemilihan kelir, baru tahap ubahan motor dilakukan. Pada bagian depan fairing diganti dengan baju Yamaha YZF R6 2002, “Fairing ini asli, bukan yang dibikin sendiri,” tegas Robby yang bengkelnya berada di Jl. Daan Mogot, Blok Y-3, No. 9, Taman Kedoya Barat Indah, Jakarta Barat.

Sedangkan pada bagian belakang, bodi asli Honda NSR yang gambot dibikin ramping. Caranya, aplikasi buntut milik Aprilia RS125 yang juga asli bawaan motor asal Italia.

Makin mantap, di kaki-kaki juga tidak dibiarkan standar. Kaki depan, sokbreker aplikasi milik Suzuki GSX R1000. Sedangkan pada bagian belakang, lengan ayun model pro arm orisinil diganti juga dengan swim arm Suzuki GSX R 1000. Tujuannya agar motor lebih terlihat gagah.

Ubahan merambat pada bagian sistem pengereman. Peranti ciet itu dianggap cukup penting karena merupakan bagian dari unsur safety. "Penting banget, maka itu ubahan pada rem pakai piringan dan kalipernya comot dari Yamaha YZF R6. Berikut master milik brembo dibagian depan dan belakang,” bilang Robby lagi.

Hasilnya, ketika motor diajak riding, "Orang akan bilang, oh motor itu punya Dragon,” tutup Robby. Ooohh.. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
 
Ban belakang : Dunlop 180/55-17
Ban depan : Battlax 120/60-17
Footstep : Zero 3
Knalpot : RX 8
Dragon Motor Speed : (021) 5830-2347

Yamaha TZR 125RR Belgarda, Mengubah Pakem Speed Freaker


Ibarat pepatah, mendapat durian runtuh. Eri Nugraha girang segirang-girangnya, tapi enggak sampai guling-guling ya? He..he... Ketika mendapat Yamaha TZR 125RR Belgarda. Maklum, populasi motor lansiran 1995 ini memang terbilang jarang. Selain itu, di zamannya motor ini jadi idaman kawula muda, sehingga para speed freaker kelas pemula itu banyak yang jatuh hati kepada motor ini.

Namun, spek bawaan pabrik motor yang punya nuansa racing diubah dengan aliran yang menjadi karakter sang modifikator, yaitu café fighter. Alasannya, karena ketika mendapatkannya kondisi motor alakadarnya.

Nah, karena mengusung konsep café fighter, jadi bodi belakang yang aslinya berbentuk kotak dicustom ulang. Agar terkesan café racer, bodi belakang dipermak dengan mengandalkan pelat besi setebal 1,3 mm dengan dibentuk mirip tawon. Hanya bentuk tawon itu tidak sama ‘plek’ dengan pakem café racer yang terkesan kaku, Eri mendesain dengan lekukan agar kesan sportynya lebih terasa.

Ubahan bodi belakang tadi diikuti perubahan rangka. Uniknya, rangka belakang aslinya mengaplikasi sistem knock down yang bisa dibuka dan dipasang sesuka hati. Rangka aslinya itu diganti dengan mengandalkan pipa besi setebal 5 mm dan ukuran diameter 2 cm. “Sengaja rangkanya diganti, karena sayang jika menggunakan rangka asli,” kata Eri yang bengkelnya di Jl. Hidup Baru No. 44, Jakarta Selatan.

Untuk kaki-kaki, masih mengandalkan part aslinya. Seperti pada bagian kaki-kaki belakang, bentuk lengan ayun yang mirip pisang atau dalam istilah bulenya disebut banana rear swim arm masih tetap tetap diandalkan. Selain itu, pada bagian depan sokbreker yang memang sudah menganut sistem upside down juga dipertahankan.

Terakhir, untuk memadukan aliran café fighter, head lamp aplikasi milik Accerbis model trail, “Tujuannya agar nyaman ketika diajak riding malam hari,” tutup Eri yang punya bengkel 8910 Custom itu.  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Ban depan  : Michellin 120/60-17
Ban belakang  : Michellin 160/60-17
Knalpot   : Arrow
Radiator   : Kawasaki Ninja 150R
8910 Custom : 0815-1432-5659

Yamaha Mio Sporty, Rebel Angle Style

Imey Meylanie Sutanto seorang ladies bikers yang enggak biasa, pasalnya punya selera modifikasi diambang batas normal. Biasanya cewek pede dengan motor matik standaran dan ogah ribet modifikasi extrime. Namun Nenk Mey sapaan akrab bikers asal Bandung ini, pilih modifikasi Mio Japs style with side car.

“Kurang pede kalau pakai motor standar. Termasuk modifikasi low rider dan chopper sudah biasa. Makanya saya pilih modifikasi Mio Japs style with side car biar beda,” seru member Rebel Bastard MC. Itu lho klub motor berbasic modifikasi custom asal Bandung, Jawa Barat.

Penampilan Japs style, didapat Nenk Mey lewat aplikasi setang model Z-bar dan aplikasi lampu utama berbentuk bulat. Enggak lupa, knalpot model botol untuk saluran pipa gas buang. Ketiga part tadi, hasil kreasi GlanetRadical. Serta sedikit sentuhan sisibar di bagian belakang bernuansa chooper.

Urusan side car, doi percaya bengkel Tick n Bone. “Bahan dasar bodi terbuat dari pelat besi setebal 1,5 mm. Serta untuk frame side car, menggunakan pipa seamless,” jelas Tedy Dwiyana, modifikator dri Jl. Mas Utara II, No. 21, Margahayu, Bandung itu.

Agar kokoh, frame bagian bawah menggunakan pipa seamless diameter 4 inci, yang dibentuk sesuai keinginan owner. Sedangkan pipa di bagian atas aplikasi ukuran 2 inci. Penyambungan pipa tadi, menggunakan las listrik.

“Sambungan pipa ke rangka Mio bisa diknock down, karena hanya di ikat empat baut, yang sebelumnya rangka ori dicustom agar baut bisa ditanam ke dalam rangka Mio. Untuk pegangan roda kiri menggunakan swing arm RX-King yang masih bulat,” kata kang Tedy.

Painting, Nenk Imey memboyong Mio dengan sebutan Rebel Angle ini ke Jeff Kustom Painting di Jl. Sudirman No. 602, Bandung. “Konsep garang tapi tetap imut berdasarkan permintaan Nenk Imey,” tandas Jefry, modifikator yang nengok dipanggil Om Jeff.

Penampilan imut dan sangar timbul lewat pemilihan cat ungu bertabur bunga, namun ada tulang kepala di beberapa bagian. Uniknya tengkorak di depan, sangat unyu-unyu, coba deh liat secara seksama, tengkoraknya pakai pita rambut lho. Cat pakai oplosan Danagloss, dengan pernis Sikkens.

Skill painting Om Jeff harus diacungi jempol. Sentuhan lidah api bukan hanya sekadar semburan pen brush, tapi juga menggunakan gold leaf semacam aluminium foil. Kesan fatamorgana panas sangat didapat. Salut deh.  (motorplus-online.com)

 DATA MODIFIKASI
Sok side car : Yamaha Mio
Jok : MBTech
Lampu side car : Sein Mio dan Variasi
Spion : Honda Scoopy
Handgrip : DBS