Sabtu, 19 Mei 2012

Honda Mega Pro & Honda Tiger, Satu Daerah Beda konsep

Heran toh ada dua motor beda alam nongol bareng! Bersanding, layaknya pengantin. Honda Tiger milik Edi Gordon menampilkan kesan murni street fighter. Konsep matang dan finishing kece, menjadi bagian yang menonjol. Olahan bodi dan semua konsep digarap Wawan, punggawa One Brutalle Modification (OBM) yang ngendon di sebelah selatan Alun-Alun Kota Banjarnegara, Jawa Tengah. Jalanan yang rata dan kesan motor lincah menjadi andalan dialy riding khas perkotaan.
Sedangkan Honda Mega Pro, usung genre motor penggaruk tanah. Ini sesuai kondisi geografis tempat tinggal Agus, Sang pemilik. Doi, tinggal di dataran tinggi Pejawaran yang merupakan wilayah Pegunungan Dieng, Jawa Tengah. Apalagi, trail Agus yang juga kepala desa ini bukan menjadi pajangan semata. Tapi, buat adventure juga! Maka itu, Wowok selaku modifikator dari Wowox Mandiri (WM) modif sesuai perhitungan. Kedua hasil karya ini, membuktikan bahwa modifikator dari Kota Dawet Ayu itu memiliki kualitas yang tak kalah dengan daerah lain seperti Puerto Rico alias Purwokerto, Jawa Tengah. Yuk, dipelototti! Konsep Kuat Dan Proposional Tampilan khas motor jangkung tentu harus sempurna. Menariknya, konsep sepatbor depan-belakang ala KTM 250 ini menggunakan material dari kulkas bekas. “Jangan salah, walaupun menggunakan bahan baku bekas, namun hasilnya halus tanpa cacat tuh. Yang penting, bentuknya proporsional,” buka Wowok yang beralamat di Desa Penusupan, Pejawaran, Jawa Tengah. Untuk konsep street fighter lebih simpel, meski terlihat rumit desainnya. Sudut-sudut kontras dan menyiku, menjadi ciri andalan karya OBM. “Tekstur saya buat serba lancip agar bodi terlihat padat. Contohnya bentuk shroud alias sayap tangki yang senada dengan bentuk bodi belakang. Setelah jadi, bentuk bodi malah sekilas lebih mirip Kawasaki ER-6n,” cuap Wawan yang humoris ini. Kaki-Kaki Paket Hemat Tak hanya menu makanan saja yang menawarkan menu paket hemat alias pahe. Kedua modifikator ini juga pakai komponen murah-meriah tapi layak. Di trail, sok depan memakai ajrutan upside down buatan lokal. Tapi pemasangannya tidak asal lho! Biar rebound nyaman dan aman, per dalam diganti yang lebih panjang. Lalu, volume oli ditambah 20 cc.Jadi, ketika dipakai buat adventure pun tetap mendukung. Begitu juga sok belakang. Berbekal swing arm hand made dari pelat baja, Wowox memadukan per Suzuki TS dan tabung sok Isuzu Panther. Aliran WJS tentu lebih simpel, sebab kendaraan aspal tidak perlu banyak rebound ekstrim. Makanya Wawan pilih sok depan aftermarket Ride it. Sedangkan swing arm hand made dikombo monoshok YSS dengan sistem unitrack. (motorplus-online.com)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar