Sabtu, 03 November 2012

Lambretta DL150, Kinclong dan Kencang!


Tak pernah terpikir sebelumnya oleh Rachman Gunawan buat bermain Lambretta. Meskipun, dirinya adalah seorang skuteris. “Itu karena image Lambretta sendiri yang terkesan part dan montir bakal susah ditemui,” ungkap pria yang tinggal di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan itu.

Tapi ‘racun’ yang ditebar Bobod yang juga temannya, tepat mengena ke hati Inoi, sapaan akrab Rachman. “Awalnya lihat Lambretta sama saja. Tapi, pas lihat Lambretta DL 150 2-tak yang memang buatan Innocenti Lambretta, ternyata malah tertarik,” kata Inoi yang sekarang malah menjabat sebagai ketua Lambretta Club Indonesia (LCI) itu.

Akhirnya, diboyong sudah skuter yang ditebusnya sesuai nomor start di pacuannya itu. Ya, Rp 20 juta. Tapi, setelah diboyongnya, doi pun sempat bingung. Mau dimodif apa? Tapi, saran dari Kosi, temannya yang bermain Vespa PTS ber-spek performance, akhirnya dipilih tema racing alias performa.
Dalam proses pencarian, bertemu dengan Noerman Pulungan alias Acong dari Primo /116 di daerah Rempoa, Jakarta Selatan. Dari situ berkembang buat menggarap project Modern Classic yang dipadu performance.

Dalam konsepnya, mesin harus segara dan anti-mogok. Maka itu, dipilih silinder blok kit dari Imola yang bisa bikin kapasitas mesin melonjak 186 cc. Lengkap juga dengan reed valve alias katup buluh.

"Begitu juga sistem pengapiannya, ganti model CDI. Selain biar pembakaran sempurna, kalau ada apa-apa dengan platina juga enggak repot,” jelas Inoi yang 32 tahun itu. Maklum, bongkar platina Lambretta agak sulit. Kudu melepas beberapa bagian bodi. Beda dengan Vespa.

Akibat pemakaian blok racing, karburator ikut diganti. Selain dukung performa, juga karena posisi karbu sudah berubah. Jika sebelumnya di kiri, kini jadi di kanan. Efeknya, karbu sedikit keluar dari bodi. Maka itu, bodi kanan pun sedikit dicoak.

Engine kelar, ada ajakan buat turing ke Bandung bersama anak-anak Primo /116. Tapi, pulangnya, Inoi coba solo turing. “Ada beberapa catatan ketika turing itu. Bensinnya sangat boros, sedang volume tangki kecil. Tapi, enggak apa, dari turing itu juga dapat kenalan teman-teman dan refensi bengkel Imperial Lambretta yang dikomandoi Kang Maman,” kata ayah dua anak itu, Kinan dan Keirin.
Akhirnya, penyempurnaan pun dilakukan. Buat bikin airscoop karbu dan cat dasar diserahkan ke Primo /116. Body painting ke Scooter99 dan final tuning engine di Imperial Lambretta.

Termasuk juga aksesori pendukung. Ya, seperti fog lamp original dari Lucas Pathfinder yang kerap dipakai skuter Inggris buat tampil gaya. "Ini mereka lakukan untuk tingkatkan gaya hidup mereka," bebernya sembari ucapkan banyak terima kasih buat seluruh pihak yang mendukung terwujudnya Lambretta ini.

Kini setelah semua benar, tak ada lagi cerita suram dari turing. Meski sudah pakai tangki 17 liter pun, Jakarta-Bogor hanya cukup 4 liter saja. “Dulu bisa hampir dua kali lipat. Dan, lari motor sekarang jauh lebih kencang,” sebut Inoi sembari menjuluki skuternya ini dengan panggilan Gatot Kaca. Mantap, Bor!  (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
CDI Kit: Varitronic
Knalpot: JL KRP3
Kruk As: MB Development
Plat Kopling: MB Development
Gir boks: Innocenti Lambretta Li

3 komentar: