Sabtu, 03 November 2012

Piaggio MP3, Penyuka Turing dan Speed Lover



Riko Hardiman dari Klub Piaggio Owners Community (POC) Jakarta, termasuk penyuka turing sekaligus speed lover. Bayangkan saja Piaggio MP3 yang notabene big scooter dengan dua roda di depan dan satu di belakang dibekali engine 250 cc dirasa tarikannya masih kurang. Padahal dengan kapasitas asli 244,3 cc saja, bisa tembus 124 km/jam.

“Kurang puas dengan engine yang masih 250 cc, tapi yang saya pingin yang dikejar itu akselerasi dan power motor, bukan top speed,” kata Riko yang ternyata baru 1 tahun ini naik kendaraan roda dua, eh maksdunya roda tiga.

Buat mendongkrak performa, doi tentunya enggak ngerjain sendiri. Dengan bantuan 88 Scooter Garage, motor asal Italia ini dibore up jadi sekitar 300 cc.

“Biar enggak pusing pilih yang plug and play saja, yang tersedia paketan bore 300 cc tentunya merek Malossi,” jelas Limanto Bayuaji, sang mekanik yang nongkrong di Jl. Layur Selatan, No. 88, Rawamangun Jakarta Timur.

Paket Malossi terdiri dari head yang dilengkapi klep in 25 mm dan klep ex 22,2 mm serta noken as. Juga blok silinder dan piston 75,5 mm. Biar makin maksimal, stroke dan kruk as musti ganti pakai original Piaggio MP3 LT kapasitas 300 cc, dengan stroke 63 mm. Hasilnya kapasitas engine jadi bengkak di angka 281,90 cc. Tentu biar PNP alias Plug and Play, crankcase musti ganti juga pakai Piaggio MP3 LT 300 cc.
Knalpot juga alirannya mesiti diperlancar. “Saluran gas buang dipilih knalpot Akrapovic, biar suara si tiga roda ini semakin garang,” kata Manto, sapaan mekanik specialis MP3 ini.

Urusan pendukung engine, variator original diganti dengan seperangkat variator multivar yang di dalamnya sudah terdapat roller 14 gram. Rumah roller ini tersedia satu set.

Agar transfer energi jadi semakin bagus didukung v-belt yang sudah menggunakan bahan kevlar. Juga kepunyaan Malossi. Karena kapasitas engine membengkak, kopling juga musti ganti yang lebih menggigit agar selip kopling minim terjadi, dipilih maxi delta clutch merek Malossi.

Hasilnya gimana bro? “Ketika toruing bareng teman yang pakai Suzuki Brugman 600 cc yang juga scooter matic, motor saya ditanjakan Nagrek-Garut masih bisa ngimbangin. Tapi, kalau trek lurus nyerah deh kan cc-nya saja sudah kelihatan 300 cc lawan 600 cc he..he..,” curhat Riko, yang beralih pakai motor dibanding mobil.

Ternyata, bore up extrime model begini masih bikin gatel Riko buat maksimalisasi Piaggio MP3 yang sudah jadi 300 cc ini. Doi kembali datang ke bengkel 88 Scooter Garage, Riko minta motornya diporting polish. “Setelah diporting polish semakin gila saja ini motor, tanjakan daerah Puncak, Nagreg dan Dieng enggak terasa, Bro,” tambahnya.

Dan ternyata lagi, doi masih kurang puas saja dengan bore upnya ini. Karena mekaniknya bilang, engine-nya mentok enggak bisa diupgrade lagi. Doi beralih ke dandan tampilan, bodi dilebur cat hitam metalik tapi dilebur clear dop Spies Hecker, sehingga menghasilkan warna hitam dop. Serta sentuhan warna oranye dibeberapa bagian part. “Ini dikerjakan oleh bengkel Lotec Terogong, Jl. Terogong, Jakarta Selatan,” tutupnya.  (motorplus-online.com)
 
DATA MODIFIKASI
Torque Driver : Malossi
Filter udara : Malossi Air Filter
Per Torsi : Malossi Torque Spring
Variator : Mallosi
88 Scooter Garage: 021-4704581

Tidak ada komentar:

Posting Komentar