Sabtu, 16 Juni 2012

Suzuki Satria 120, Kembalinya Sang Lagenda


Mundur satu dasawarsa atau sepuluh tahun lalu. Gaya modifikasi paling keren ayam jago. Kolaborasi basic bebek dengan sokbreker depan ala batangan. Di zamannya, gak keren kalo gak modif begini, coy! Ini yang membuat Suripto dari Ripto’s Bike Custom (RCB), Purwokerto bernostalgia. Bermodal Suzuki Satria 120 lawas, coba ramu komponen layaknya memori masa mudanya dulu. Yang disasar sok depan. Pilihan rasional sesuai kantong jatuh gedubrak pada sok Honda Tiger. “Secara dimensi paling pas, walaupun sekarang ada sok Yamaha Byson yang punya diameter lebih besar. Punya Tiger lebih luwes dipandang dan murah,” cuap modifikator mungil ini. Cara pasangnya mudah, memakai laher komstir dari produk lain yang pas dengan komstir Satria. Segitiga juga comot dari Tiger. Komponen ajrutan belakang masih bertahan monosok. Sebab Suzuki Satria satu-satunya bebek produksi Indonesia pada zamannya yang paling canggih dengan sistem monosok. Lainnya built up. Untuk buritan cuma tukar sok dari Satria FU, sebab Ripto ingin bergaya nungging. Sehingga sasis belakang terlihat lebih tinggi. “Hanya sedikit ditambah aksen ala motor canggih dengan tambahan stabilizer arm, bahannya pipa besi biasa yang dibungkus fiber agar rapi,” urai Ripto dari Jl. Kutaliman RT 1/2, Kedung Banteng, Purwokerto ini. Nuansa Purwokerto yang kental dengan desain bodi ala street fighter diterap pada motor milik Teguh Tri Nugroho yang asal Purwokerto itu. Pilihan sudut landai dan bertekstur dipadukan Satria. Pola lampu depan, Ripto lebih suka ornamen tekukan bodi simpel. Termasuk pola bodi tengah nyambung dari shroud alias sayap samping hingga airscoop. “Untuk ini dibuat sedikit lancip pada ujungnya, agar pas dengan bentuk sepatbor ala Ninja 250,” papar modifikator necis ini. Bodi belakang pun sama saja, karak-ter guratan landai dan cenderung tanpa sudut ditunjukan secara halus. Apalagi Ripto beken dengan garapan bodi detail. Material bodi ini tentu saja fiberglass. Walaupun berasal dari kota yang beken dengan street fighter buntung, namun Ripto masih memilih double seater agar lebih nyaman dikendarai. Finishingnya kelir dipilih tipe solid, biar kalem namun masih memiliki karak-ter warna agar detail bodi terlihat apik. Racikan ini kombinasi Lessonal Blue Sea termasuk polirednya agar kinclong. Salam hangat. (motorplus-online.com) DATA MODIFIKASI Ban depan : FDR 90/80-17 Ban Belakang : FDR 100/80-17 Pelek: Rossi Setang : Ninja150 Lampu depan: Satria FU Lampu belakang: LED Knalpot: RCB Racing RCB: 0816-4289-149

Tidak ada komentar:

Posting Komentar